14 petani dari Desa Modelidu, Kabupaten Gorontalo, bersama penyuluh pertanian dan aparat desa mengikuti kegiatan sekolah lapang di Living Lab CornServasi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Nege

Oleh: Bambang Hariyanto . December 23, 2025 . 09:27:15

Pada hari Selasa, 23 Desember 2025, sebanyak 14 petani dari Desa Modelidu, Kabupaten Gorontalo, bersama penyuluh pertanian dan aparat desa mengikuti kegiatan sekolah lapang di Living Lab CornServasi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Kegiatan ini mengangkat tema “Sistem Usahatani Konservasi Jagung di Lahan Miring” dengan tujuan utama mencegah erosi dan tanah longsor yang seringkali mengancam ekologi serta keberlanjutan usaha tani di wilayah perdesaan.

Sekolah lapang ini menjadi wadah pembelajaran bersama yang mempertemukan petani, penyuluh, dosen, dan mahasiswa. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak untuk melihat langsung praktik konservasi di lahan percobaan. Pendekatan ini menekankan pentingnya pengalaman lapangan agar pengetahuan yang diperoleh dapat segera diterapkan dalam kegiatan pertanian sehari-hari.

Materi utama yang dipelajari adalah penerapan teras guludan sebagai metode konservasi tanah di lahan miring. Teras guludan berfungsi memperlambat aliran air hujan, sehingga mampu mengurangi risiko erosi sekaligus meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah. Selain itu, peserta diperkenalkan pada penggunaan tanaman penguat teras, seperti rumput vetiver dan legum penutup tanah, yang berperan menjaga kestabilan guludan serta menambah kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen.

Kegiatan juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah tongkol jagung. Limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau bahan mulsa untuk menutup permukaan tanah. Dengan demikian, limbah pertanian tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber daya yang mendukung keberlanjutan sistem usahatani.

Selain itu, peserta diajak memahami pola tanam ramah lingkungan. Rotasi tanaman dan pola tanam tumpangsari diperkenalkan sebagai strategi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Misalnya, jagung dapat ditanam bersama kacang tanah atau kedelai, sehingga selain menghasilkan panen tambahan, juga memperbaiki struktur tanah dan menambah unsur hara alami.

Aparat Desa Modelidu yang hadir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurut mereka, ancaman erosi dan longsor di lahan miring merupakan persoalan nyata yang dihadapi petani setiap musim hujan. Dengan adanya sekolah lapang, masyarakat memperoleh solusi praktis sekaligus ilmu baru yang dapat diterapkan secara langsung di lahan mereka.

Penyuluh pertanian yang mendampingi kegiatan menegaskan bahwa sekolah lapang ini menjadi sarana efektif untuk memperkuat kapasitas petani. Dengan dukungan akademisi dari Fakultas Pertanian UNG, para petani tidak hanya belajar teknik konservasi, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari usaha tani berkelanjutan.

Mahasiswa yang terlibat turut berperan aktif sebagai fasilitator lapangan. Mereka membantu menjelaskan teknik konservasi, mendampingi praktik, serta mendokumentasikan proses pembelajaran. Kehadiran mahasiswa memberi warna tersendiri, karena selain menyalurkan ilmu, mereka juga belajar langsung dari pengalaman petani yang telah lama bergelut dengan kondisi lahan miring.

Di akhir kegiatan, para peserta menyampaikan harapan agar program serupa dapat terus berlanjut dan diperluas ke desa-desa lain. Mereka menilai bahwa pengetahuan konservasi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani jagung, yang merupakan komoditas utama di Gorontalo. Dengan adanya dukungan dari universitas, aparat desa, dan penyuluh pertanian, mereka optimis sistem usahatani konservasi dapat menjadi gerakan bersama yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk menjaga kelestarian lahan. Semangat yang terbangun dalam sekolah lapang ini diharapkan menjadi titik awal bagi Desa Modelidu dalam mengembangkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, produktif, dan berkelanjutan. 

Agenda

February 23, 2018

Seminar Proposal Mahasiswa Agribisnis

Ranti I songi
1. Prof. Dr. Ir. Mahludin Baruadi, MP
2. Dr. Ir. Asda Rauf, M.Si
3. Amelia Murtisari, SP, M.Si
4. Ahmad Fadhli, SE, M.Si
5. Echan Adam, SE, MM

February 22, 2018

Seminar Proposal Mahasiswa Agribisnis

Mohammad Kifli
Pembimbing 1 Wawan K Tolinggi. SP.,M.Si
Pembimbing 2 Amelia Murtisari. SP.,M.Sc

August 20 - 22, 2016

MOMB Mahasiswa Agribisnis

Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMB) merupakan kegiatan awal bagi mahasiswa yang baru diterima di Perguruan Tinggi.