Seminar Akhir Kajian Potensi dan Dampak Sistem Usahatani Konservasi (SUT) Jagung di Lahan Miring, yang berlangsung di Living Lab Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Oleh: Bambang Hariyanto . 20 November 2025 . 10:29:36

 

Bappeda Provinsi Gorontalo pada Kamis, 20 November 2025, kembali menghadirkan inovasi melalui pelaksanaan Seminar Akhir Kajian Potensi dan Dampak Sistem Usahatani Konservasi (SUT) Jagung di Lahan Miring, yang berlangsung di Living Lab Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara Bappeda, Universitas Negeri Gorontalo, dan Universitas Ichsan Gorontalo. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat praktik pertanian berkelanjutan, terutama di kawasan perbukitan yang rentan erosi.

Pada kesempatan ini, tim peneliti—Dr. Zulham Sirajuddin, Ferdyansyah Hasan, SP, M.Si, Ivana Butolo, SE, MP, dan Gema Putra Baculu, ST, MPA—memaparkan temuan mereka mengenai penerapan teknik konservasi seperti pembuatan guludan dan penanaman rumput odot sebagai penguat teras. Pendekatan ini dinilai mampu mengurangi erosi sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani jagung.

Sahabat Inspirasi,Dalam sambutan yang disampaikan oleh Titi Datau, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bappeda Provinsi Gorontalo, ditegaskan bahwa seminar ini dirancang tidak hanya untuk menyajikan hasil kajian, tetapi juga untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang siap diterapkan di lapangan.> Ia mengungkapkan bahwa mulai tahun ini, setiap kajian Bappeda diarahkan untuk menghasilkan policy brief yang aplikatif dan dapat langsung dimanfaatkan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Titi juga menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan arahan Gubernur Gorontalo, yang menekankan pentingnya riset yang mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan pertanian, khususnya pada lahan miring yang mendominasi tanaman jagung di Gorontalo.Selain itu, tim peneliti turut menyoroti efektivitas biochar dari tongkol jagung, yang terbukti mampu memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, meningkatkan retensi air, porositas, dan ketersediaan hara NPK, sehingga mendukung produktivitas lahan dan efisiensi pemupukan.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari OPD provinsi dan kabupaten/kota, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, akademisi, hingga komunitas petani. Para peserta juga diajak meninjau demplot untuk melihat langsung penerapan teknologi konservasi di lapangan.Sahabat Inspirasi,

Melalui seminar ini, pemerintah berharap sistem usahatani konservasi jagung dapat diperluas melalui penguatan demplot, pemberian dukungan bagi petani, dan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan di Provinsi Gorontalo.

 

Agenda

23 Februari 2018

Seminar Proposal Mahasiswa Agribisnis

Ranti I songi
1. Prof. Dr. Ir. Mahludin Baruadi, MP
2. Dr. Ir. Asda Rauf, M.Si
3. Amelia Murtisari, SP, M.Si
4. Ahmad Fadhli, SE, M.Si
5. Echan Adam, SE, MM

22 Februari 2018

Seminar Proposal Mahasiswa Agribisnis

Mohammad Kifli
Pembimbing 1 Wawan K Tolinggi. SP.,M.Si
Pembimbing 2 Amelia Murtisari. SP.,M.Sc

20 - 22 Agustus 2016

MOMB Mahasiswa Agribisnis

Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMB) merupakan kegiatan awal bagi mahasiswa yang baru diterima di Perguruan Tinggi.