Coaching Sesi 3 UNG: Manajemen Risiko dan Kebijakan Pertanian Jadi Bekal Strategis Mahasiswa Magang

Oleh: Bambang Hariyanto . 15 Januari 2026 . 13:22:54

Gorontalo, 15 Januari 2026 – Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali melanjutkan rangkaian Coaching Magang Berdampak sebagai bagian dari program pembekalan mahasiswa sebelum mengikuti magang. Sesi ketiga yang berlangsung pukul 13.00–13.20 WITA menghadirkan dua dosen Jurusan Agribisnis sebagai pemateri, yakni Ibu Yuriko Boekoesoe, S.P., M.Si dan Ibu Yuliana Bakari, S.P., M.P.

Materi pertama disampaikan oleh Ibu Yuriko Boekoesoe, S.P., M.Si dengan judul *“Manajemen Risiko Stok dan Analisis Kelayakan Usaha pada Komoditas Pangan Strategis”*. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya manajemen risiko stok dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan, khususnya pada komoditas pangan strategis yang berperan vital bagi ketahanan pangan nasional. Yuriko menjelaskan bahwa fluktuasi produksi, distribusi, dan harga merupakan risiko utama yang sering dihadapi dalam pengelolaan komoditas pangan. Oleh karena itu, strategi manajemen risiko yang tepat diperlukan, mulai dari perencanaan stok, pengelolaan rantai pasok, hingga penerapan analisis kelayakan usaha. Mahasiswa diajak memahami bagaimana melakukan analisis kelayakan secara komprehensif untuk menilai keberlanjutan dan keuntungan usaha agribisnis dari aspek teknis, finansial, maupun pasar.

Materi kedua dibawakan oleh Ibu Yuliana Bakari, S.P., M.P dengan judul *“Analisis Dampak Kebijakan dan Pemodelan Ekonomi pada Komoditas Pertanian Unggulan”*. Dalam penjelasannya, Yuliana menguraikan bahwa kebijakan pertanian, seperti subsidi, regulasi harga, dan kebijakan perdagangan, memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap petani, pelaku usaha, dan konsumen. Analisis dampak kebijakan menjadi instrumen penting untuk menilai efektivitas kebijakan yang diterapkan. Selain itu, beliau memperkenalkan konsep pemodelan ekonomi sebagai alat analisis untuk memprediksi dampak kebijakan dan perubahan ekonomi terhadap komoditas pertanian unggulan.

Melalui kedua materi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis dalam menghadapi permasalahan agribisnis di lapangan. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam pelaksanaan program magang berdampak.

Relevansi sesi 3 dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sangat jelas. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis dalam manajemen risiko, analisis kelayakan usaha, serta pemahaman kebijakan pertanian. Kompetensi ini mendukung tujuan MBKM yang menekankan pembelajaran kontekstual, kolaborasi lintas sektor, dan penerapan ilmu dalam situasi nyata.

Kegiatan Coaching Magang Berdampak sesi 3 berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Mereka menilai bahwa materi yang disampaikan memberikan bekal strategis untuk menghadapi tantangan agribisnis, baik di tingkat lokal maupun nasional. “Kami merasa lebih siap menghadapi dunia kerja karena memahami bahwa manajemen risiko dan kebijakan pertanian adalah kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha,” ungkap salah satu mahasiswa peserta.

Dengan terlaksananya sesi ini, Jurusan Agribisnis UNG menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Coaching Magang Berdampak bukan hanya wadah pembelajaran, tetapi juga sarana untuk melahirkan gagasan inovatif yang mampu memperkuat sektor agribisnis dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Agenda

23 Februari 2018

Seminar Proposal Mahasiswa Agribisnis

Ranti I songi
1. Prof. Dr. Ir. Mahludin Baruadi, MP
2. Dr. Ir. Asda Rauf, M.Si
3. Amelia Murtisari, SP, M.Si
4. Ahmad Fadhli, SE, M.Si
5. Echan Adam, SE, MM

22 Februari 2018

Seminar Proposal Mahasiswa Agribisnis

Mohammad Kifli
Pembimbing 1 Wawan K Tolinggi. SP.,M.Si
Pembimbing 2 Amelia Murtisari. SP.,M.Sc

20 - 22 Agustus 2016

MOMB Mahasiswa Agribisnis

Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMB) merupakan kegiatan awal bagi mahasiswa yang baru diterima di Perguruan Tinggi.