Coaching Sesi 8 UNG: Kunci Rahasia Ekspor Produk Lokal Agar Mendunia

Oleh: Bambang Hariyanto . 15 Januari 2026 . 16:25:23

Gorontalo, 15 Januari 2026 – Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing melalui kegiatan Coaching Magang Berdampak. Pada sesi 8 yang berlangsung pukul 16.25–16.55 WITA, mahasiswa Magang 2026 diajak mendalami dua topik penting yang berkaitan langsung dengan penguatan industri gula dan peluang ekspor produk daerah.

Materi pertama disampaikan oleh Haris Singgili, S.Pt., M.Si. yang menekankan pentingnya sinergi hulu-hilir dan efisiensi lahan pada ekosistem pabrik gula. Menurutnya, keberhasilan industri gula tidak hanya bergantung pada proses produksi di pabrik, tetapi juga pada keterpaduan sistem dari hulu hingga hilir. Petani sebagai produsen bahan baku harus mampu menjaga kualitas tebu, sementara pabrik dituntut untuk meningkatkan efisiensi pengolahan agar hasil produksi maksimal. Efisiensi lahan juga menjadi sorotan, karena keterbatasan lahan pertanian menuntut adanya strategi intensifikasi dan penerapan teknologi modern. Mahasiswa diajak memahami bahwa ekosistem pabrik gula adalah rantai nilai yang kompleks, di mana setiap bagian harus saling mendukung untuk menciptakan daya saing yang berkelanjutan.

Selanjutnya, Muhammad Rizq Gobel, S.P., M.Si. membawakan materi tentang navigasi kebijakan agribisnis untuk memacu ekspor produk industri daerah. Ia menekankan bahwa peluang ekspor produk lokal, termasuk gula aren dan komoditas pertanian lainnya, sangat besar jika didukung oleh kebijakan yang tepat. Kebijakan ekspor yang berpihak pada produk daerah dapat membuka akses pasar internasional, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat posisi petani serta pelaku usaha lokal. Mahasiswa diperkenalkan pada strategi kebijakan yang meliputi regulasi perdagangan, diplomasi ekonomi, serta penguatan branding produk daerah agar mampu bersaing di pasar global.

Sesi ini ditutup dengan tanya jawab interaktif pada pukul 16.45–16.55 WITA. Mahasiswa aktif berdiskusi mengenai tantangan ekspor, seperti standar kualitas internasional, biaya logistik, dan persaingan dengan produk substitusi. Narasumber menekankan bahwa mahasiswa sebagai calon profesional harus mampu melihat peluang sekaligus tantangan dalam industri agribisnis, serta berperan sebagai agen perubahan yang mendorong produk lokal menembus pasar global.

Relevansi sesi 8 dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sangat jelas. Mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga keterampilan praktis dalam menganalisis rantai nilai industri, memahami kebijakan ekspor, dan merancang strategi pengelolaan lahan yang efisien. Kompetensi ini mendukung tujuan MBKM yang menekankan pembelajaran kontekstual, kolaborasi lintas sektor, dan penerapan ilmu dalam situasi nyata. Dengan bekal ini, mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri lokal dan peningkatan daya saing produk daerah di pasar internasional.

Kegiatan Coaching Magang Berdampak sesi 8 mendapat apresiasi positif dari peserta. Mereka menilai bahwa materi yang disampaikan memberikan wawasan baru tentang bagaimana industri gula dapat diperkuat melalui sinergi hulu-hilir, serta bagaimana kebijakan ekspor dapat membuka peluang besar bagi produk lokal. “Kami merasa lebih siap menghadapi tantangan globalisasi karena memahami bahwa produk daerah bisa bersaing di pasar internasional jika dikelola dengan strategi yang tepat,” ungkap salah satu mahasiswa peserta.

Dengan terlaksananya sesi ini, Jurusan Agribisnis UNG menegaskan komitmennya dalam mendukung mahasiswa menjadi lulusan yang kompeten, adaptif, dan kontributif. Coaching Magang Berdampak bukan hanya wadah pembelajaran, tetapi juga sarana untuk melahirkan gagasan inovatif yang mampu memperkuat industri lokal dan memperluas peluang ekspor produk daerah.

Agenda

23 Februari 2018

Seminar Proposal Mahasiswa Agribisnis

Ranti I songi
1. Prof. Dr. Ir. Mahludin Baruadi, MP
2. Dr. Ir. Asda Rauf, M.Si
3. Amelia Murtisari, SP, M.Si
4. Ahmad Fadhli, SE, M.Si
5. Echan Adam, SE, MM

22 Februari 2018

Seminar Proposal Mahasiswa Agribisnis

Mohammad Kifli
Pembimbing 1 Wawan K Tolinggi. SP.,M.Si
Pembimbing 2 Amelia Murtisari. SP.,M.Sc

20 - 22 Agustus 2016

MOMB Mahasiswa Agribisnis

Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMB) merupakan kegiatan awal bagi mahasiswa yang baru diterima di Perguruan Tinggi.